Framework Arsitektur Enterprise

March 17, 2020

Metode dan framework arsitektur enterprise

Sebuah metode arsitektur adalah sebuah kumpulan terstruktur dari teknik dan langkah2 proses untuk membuat dan memelihara sebuah enterprise architecture.

Metode biasanya menjelaskan berbagai tahapan dari sebuah siklus hidup arsitektur, apa yang harus dihasilkan pada setiap tahapan, dan bagaimana diverifikasi atau diuji.

Contoh:

Architecture Development Method (ADM) dari TOGAF, dikembangkan oleh The Open Group, menyediakan tahapan detil dan jelas untuk mengembangkan sebuah IT architecture. Versi terakhir TOGAF memberikan framework dan metode pengembangan untuk mengembangkan enterprise architectures.

Standard IEEE 1471–2000/ISO/IEC 42010

IEEE Computer Society menyetujui standar IEEE 1471-2000 (IEEE Computer Society 2000), yang membangun sebuah dasar teoritis yang kuat untuk definisi, analisis, dan deskripsi dari system architecture.

Fokus utamanya pada sistem yang bersifat software-intensive, seperti sistem informasi, sistem embedded, dan sistem composite dalam konteks komputasi.

Zachman Framework

Tahun 1987, John Zachman memperkenalkan framework enterprise architecture yang pertama dan terkenal, walaupun pada saat ini dikenal sebagai ‘Framework for Information Systems Architecture’.

Framework yang berlaku untuk enterprise pada dasarnya adalah sebuah struktur logis untuk mengklasifikasi dan mengorganisasi representasi deskriptif dari sebuah enterprise yang penting bagi management enterprise dan bagi pengembangan sistem enterprise.

image-20200222063229155

Framework dalam bentuk yang paling sederhana menggambarkan rancangan artefak yang menyusun persimpangan antara peran dalam proses perancangan (owner, designer, dan builder) dan abstraksi produk yang dihasilkan (materialnya terbuat dari apa, bagaimana prosesnya bekerja, dan dimana posisinya sebuah komponen terhadap lainnya).

Pada dasarnya framework memiliki abstraksi produk lainnya sebagai tambahan terhadap what, how, dan where, yaitu pertanyaan interogatif lainnya who, when, dan why.

Keunggulan dari framework Zachman adalah mudah untuk dipahami, menganggap enterprise sebagai suatu keseluruhan, dijelaskan tanpa tergantung dari tools atau metodologi, dan masalah apapun dapat dipetakan untuk memahami dimana posisinya.

Kekurangan yang paling penting adalah banyaknya jumlah cell, yang menjadi halangan bagi kepraktisan penerapan framework ini. Juga hubungan antara sel yang berbeda tidak terlalu jelas spesifikasinya.

TOGAF: The Open Group Architecture Framework

The Open Group Architecture Framework (TOGAF) asalnya adalah sebuah framework dan metodologi umum/generik untuk pengembangan arsitektur teknis, namun kemudian berkembang menjadi sebuah framework dan metode enterprise architecture.

image-20200222063325807

TOGAF memiliki komponen utama berikut:

Architecture Capability Framework, yang berurusan dengan organisasi, proses, skill, peran, dan tanggungjawab yang diperlukan untuk memulai dan mengoperasikan fungsi arsitektur dalam enterprise.

Architecture Development Method (ADM), yang menyediakan ‘way of working’ bagi Arsitek dan dianggap sebagai inti dari TOGAF.

Architecture Content Framework, yang mempertimbangkan keseluruhan enterprise architecture yang tersusun atas 4 arsitektur yang saling berkaitan: Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, dan Technology (IT) Architecture.

Enterprise Continuum, yang berisi berbagai model referensi, seperti Technical Reference Model, The Open Group’s Standards Information Base (SIB), dan The Building Blocks Information Base (BBIB).

Arsitektur Berorientasi Layanan

Munculnya pemikiran komputasi service-oriented (SOC) dan teknologi Web service pada khususnya, telah membangkitkan besarnya minat terhadap service-oriented architecture (SOA).

SOA adalah sebuah cara untuk mencapai interoperabilitas antara komponen software yang terdistribusi dan heterogen, atau sebuah platform untuk komputasi terdistribusi.

SOA menggambarkan sebuah set prinsip perancangan yang memungkinkan unit fungsional untuk disediakan dan digunakan sebagai layanan atau service.

image-20200222063407496

Literatur arsitektur SOA merekomendasikan sebuah tipologi komponen, dimana komponen dibagi strukturnya ke dalam level.

Level logical berdasarkan kestabilan menjadi aturan dasar dependensi: sebuah komponen tidak dapat menggunakan komponen level diatasnya yang lebih tinggi.

Interaction komponen2 yang mengelola dialog antara sistem dengan actor eksternal. Khususnya, mereka mengatur graphical user interface dan menjaga user’s session.

Process komponen2 yang mengatur otomasi proses bisnis: urutan kerja, koneksi ke service, manajemen event. Ini adalah area BPM dengan teknik dan tools khusus (BPMS), bahasa deskripsi (BPMN), atau supervisi (BAM).

Function komponen2 yang memainkan peran perantara antara komponen proses dan komponen entity dengan mengatur beberapa proses bisnis tertentu.

Entity komponen2 yang fokus pada entity bisnis kunci dari sistem (misalnya client, contract, atau order). Perannya adalah untuk menijinkan aksis ke informasi yang berkaitan dengan entity ini, biasanya berhubungan dengan database seperti operasi read, write, dan query. Komponen entity juga dapat berhubungan dengan masalah berkaitan dengan distibusi dan duplikasi repository terkait.

Utility komponen2 yang menyediakan service lintas-organisasi, yang relatif independen dari bisnis enterprise seperti directories, messaging, atau electronic publishing. Komponen2 ini, biasanya stabil, dan diimplementasikan melalui penggunaan paket software low-risk.

Public komponene2 yang didedikasikan kepada service yang dapat diakses dari luar sistem informasi (B2B, partner).

sumber : Suryo Widiantoro, ST, MMSI, M.Com(IS)