Supply Chain Dan Keunggulan Kompetitif

April 1, 2020

background

Empat Jenjang Integrated Supply Chain

Supply Chain pada hakekatnya adalah jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstreams) dan ke hilir (downstreams) dalam proses dan kegiatan yang berbeda yang menghasilkan nilai yang berwujud dalam bentuk barang dan jasa di tangan pelanggan terakhir(ultimate customers).

Persaingan yang terjadi sebetulnya bukan antar perusahaan downstreams dan upstreams, tetapi antara supply chain yang satu dan supply chain yang lain.

Hal seperti ini disebabkan karena banyak perusahaan kurang sadar bahwa dalam hubungan bisnis antar mereka, banyak biaya yang terbuang yang tidak memberikan added value sama sekali baik bagi mereka sendiri maupun bagi pelanggan (customers), yang bahkan menghambat kemampuan bersaing mereka.

Supply chain terfokus pada pengaturan aliran barang antar perusahaan yang terkait, dari hulu sampai kehilir bahkan sampai ke pelanggan terakhir.

Dalam pengembangan dari logistics management ke supply chain management ini, terjadi empat jenjang atau empat tahap, seperti dalam Gambar diatas. Dari Gambar ini dapat dilihat bahwa ada semacam evolusi sejak dari stage 1 sampai dengan stage 4.

Tahap 1 Dalam tahap 1, ada semacam kesendirian dan ketidak-saling-tergantungan fungsi misalnya antara fungsi produksi dan fungsi logistik. Mereka melakukan program-program sendiri yang terlepas satu sama lain (in complete isolation). Suatu contoh adalah bahwa bagian produksi yang memikirkan bagaimana membuat barang sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan dalam waktu yang sudah ditetapkan sama sekali tidak mau ikut memikirkan juga penumpukan inventory dan penggunaan ruangan gudang.

Tahap 2 Dalam tahap 2, perusahaan sudah mulai menyadari penting adanya integrasi perencanaan walaupun dalam bidang yang masih terbatas yaitu diantara fungsi internal yang paling berdekatan, misalnya produksi dengan inventory control, purchasing dengan inventory control dan sebagainya (functional integration).

Tahap 3 Tahap selanjutnya yang logis diteruskan, yaitu tahap 3, adalah integrasi perencanaan dan pengawasan atas semua fungsi yang terkait dalam satu perusahaan (internal integration).

Tahap 4 Tahap 4 menggambarkan tahap sebenarnya dari supply chain integration yaitu integrasi total dalam konsep, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan (manajemen) yang telah dicapai dalam tahap 3 diteruskan ke upstreams yaitu suppliers dan downstreams sampai ke pelanggan.

Dengan demikian secara jelas dapat dilihat perbedaan yang besar antara logistics management dan supply chain management. Mengingat bahwa jumlah supplier dan jumlah retailer biasanya banyak, maka supply chain disamping suatu "mata rantai yang bersambung‟, juga adalah suatu "jaringan mata rantai‟

Perbedaan Antara Logistics Management Dan Supply Chain Management

Pada penjelasan diatas telah dijelaskan perbedaan antara logistics manajement dan supply chain management sekarang kita akan lihat secara rinci perbedaan dan persamaannya.

Persamaan Logistics Management dan Supply Chain Management

  • Keduanya menyangkut mengenai pengelolaan arus barang atau jasa.
  • Keduanya menyangkut pengelolaan mengenai pembelian, pergerakan, penyimpanan, pengangkutan, administrasi dan penyaluran barang.
  • Keduanya menyangkut usaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan barang

Perbedaan Logistics Management dan Supply Chain Management

LOGISTICS MANAGEMENT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
Mengutamakan pengelolaan, termasuk arus barang dalam perusahaan Mengutamakan arus barang antar perusahaan, sejak paling hulu sampai paling hilir
Berorientasi pada perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi di seluruh perusahaan Atas dasar kerangka kerja ini, mengusahakan hubungan dan koordinasi antar proses dari perusahaan-perusahaan lain dalam “business pipelines”, mulia dari suppliers sampai kepada pelanggan

Manajemen Rantai Pasokan lebih luas daripada manajemen logistik, dari mulai suppliers sampai ke pelanggan akhir.

Manajemen Rantai Pasokan merupakan perpanjangan dan perluasan kegiatan logistic ke arah upstream dan downstream.

Oleh karena itu, logistics management secara umum dapat didefinisikan sebagai berikut :

“Logistik adalah proses mengelola secara strategis pengadaan, pergerakan dan penyimpanan bahan, suku cadang dan inventaris jadi (dan arus informasi terkait) melalui organisasi dan saluran pemasarannya sedemikian rupa sehingga keuntungan saat ini dan masa depan dimaksimalkan melalui biaya-efektif pemenuhan pesanan ”(Martin Christopher)

Sedangkan definisi dari supply chain management adalah kurang lebih sebagai berikut :

"Manajemen rantai pasokan adalah manajemen hubungan hulu dan hilir dengan pemasok dan pelanggan untuk memberikan nilai pelanggan yang unggul dengan biaya lebih sedikit ke rantai pasokan secara keseluruhan" (Martin Christopher)

Keungulan Kompetitif

Kunci keberhasilan suatu perusahaan antara lain :

  • Kemampuan untuk memiliki dan mempertahankan satu atau beberapa keunggulan kompetitif (competitive advantage).
  • Kemampuan untuk membedakan diri (value advantage) di mata konsumen dari pesaingnya.
  • Bekerja dengan biaya rendah atau mendapatkan laba yang lebih tinggi (productivity atau cost advantage)

Caranya : Antara lain dengan menerapkan Logistics Management dan Supply Chain Management

Productivity Advantage :

  • Makin besar volume produksi suatu barang, maka biaya per satuan barang akan makin kecil karena fixed cost dibagi lebih merata dengan angka pembagi yang lebih besar, sedangkan variable cost persatuan barang akan tetap, sehingga total cost per satuan barang akan mengecil.
  • Kenaikan pangsa pasar akan menaikkan volume produksi dan selanjutnya akan menurunkan biaya produksi per satuan barang.

Value Advantage :

  • Konsumen tidak saja membeli produk atau barang, tetapi membeli keuntungan atau manfaat tertentu (benefit).
  • Jika perusahaan tidak mampu membedakan produknya dengan produk competitor, maka produk tersebut akan menjadi komoditas biasa dan konsumen cenderung membeli jenis barang tersebut dengan harga paling murah.
  • Untuk mendapatkan value advantage, perusahaan harus menciptakan nilai tertentu pada segmen pasar tertentu.

Kegiatan dalam Supply Chain Management yang mendukung Keunggulan Kompetitif

a. Mendukung secara umum

  • Menghilangkan sikap membangun kerajaan sendiri, khususnya bagian marketing dan manufacturing.
  • Keunggulan kompetitif harus diusahakan.
  • Mengembangkan Logistics Management dan Supply Chain Management.
  • Mengusahakan cost and productivity advantage dan value advantage.
  • Hubungan partnership dengan organisasi upstream dan downstream.
  • Hubungan co-makership dengan para supplier Aliran informasi yang baik antara upstream dan downstream secara akurat dan real time.
  • Menggunakan teknologi informasi yang user’s friendly.
  • Pelatihan bersama antara upstream dan downstream tentang Supply Chain Management.

b. Mendukung Value Advantage

  • Mencari jenis dan tingkat layanan yang dikehendaki konsumen.
  • Menciptakan tailored services yang lebih unggul berdasarkan kehendak konsumen.
  • Bidang logistic : ketersediaan barang, pengiriman cepat, tepat waktu, penyediaan suku cadang, penyediaan door to door service, angkutan yang andal (reliability dan resposiveness)

c. Mendukung Productivity Advantage :

  • Mengurangi inventory sampai tingkat yang direncanakan (asset turn-over).
  • Menggunakan kapasitas yang ada semaksimal mungkin (capacity utilization).
  • Melakukan perencanaan ini meliputi fungsi : procurement, inventory control, manufacturing dan distribution.
  • Mengoptimalkan harga pembelian barang.

Sumber : R. Eko Indrajit dan R. Djokopranoto. Konsep Manajemen Supply Chain : Cara baru Memandang Mata rantai Penyediaan Barang. Grasindo. Jakarta. 2003.